SIAK — Rapat koordinasi final digelar di Zamrud Room, Komplek Rumah Rakyat, Jumat (7/8/2026), dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar. Pembahasan mencakup kesiapan teknis, pembagian tugas imam atau khalifah, hingga skema pengamanan di titik-titik rawan sepanjang Sungai Siak.
Pelaksanaan tahun ini mengusung tema "Menolak Bala, Menjemput Tuah". Kegiatan diselenggarakan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Siak bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak dan Dewan Kesenian Siak.
Rangkaian Ziarah ke Empat Makam Sultan
Prosesi dimulai dengan ziarah ke Makam Raja Kecil di Buantan, Makam Tengku Buang Asmara dan Sultan Ismail di Mempura, Kompleks Makam Koto Tinggi, serta Makam Sultan Syarif Qasim II. Sekda menargetkan seluruh rangkaian ziarah rampung sebelum Zuhur.
"Pelaksanaan Ghatib Beghanyut tahun ini akan dilaksanakan pada 13 Agustus, diawali dengan ziarah ke makam Sultan di empat titik. Mudah-mudahan target kita sebelum Zuhur sudah selesai," kata Mahadar dalam rapat persiapan.
Setelah ziarah selesai, prosesi Ghatib Beghanyut baru digelar pada malam hari di Sungai Siak. Tradisi ini merupakan warisan budaya masyarakat Melayu Siak yang berlangsung turun-temurun, dimaknai sebagai ikhtiar memohon perlindungan kepada Allah SWT sekaligus menolak bala.
Pengamanan Melibatkan Polisi Air hingga TNI AL
Panitia menyiapkan personel keamanan dari Polri, Polisi Air, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pos TNI AL (Posal), serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Petugas medis dan kebersihan juga ditempatkan di sejumlah titik.
Mahadar menekankan kesiapan personel di titik rawan, terutama saat prosesi berlangsung di sungai. "Kalau ada hal-hal teknis terjadi, mohon nanti personelnya disiapkan di titik-titik rawan. Saat ke air nanti pakai pelampung atau perlengkapan keselamatan lainnya," ujarnya.
Target Wisatawan ke Siak Negeri Istana
Selain menjaga kelestarian adat, agenda tahunan ini diharapkan menarik kunjungan wisatawan ke Siak. "Mudah-mudahan di samping kita melaksanakan secara ritual, agenda tahunan ini juga akan menyedot perhatian wisatawan di Siak Negeri Istana," harap Mahadar.
Tata tertib pelaksanaan turut disempurnakan dalam rapat tersebut, termasuk pembagian tugas antarinstansi pendukung agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan khidmat.