BANGKINANG — Ahmad Yuzar tidak ingin peringatan kemerdekaan tahun ini berhenti pada seremoni upacara. Di hari kedua perayaan HUT ke-81 RI, ia memilih duduk bersama para pensiunan aparatur sipil negara, purnawirawan TNI/Polri, veteran, hingga mantan bupati untuk mendengar langsung catatan kritis mereka terhadap jalannya pemerintahan.
Silaturahmi yang digelar di halaman rumah dinas itu dihadiri Wakil Bupati Misharti, Sekda Ardi Mardiansyah, serta dua mantan bupati Kampar, Saleh Djasit dan Jefri Noer. Mantan Sekda Zulfan Hamid dan Zulher juga tampak hadir dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut.
Pemerintah Tidak Bisa Bekerja Sendiri
Ahmad Yuzar mengakui kapasitas birokrasi miliknya saat ini masih jauh dari cukup untuk menyelesaikan persoalan daerah yang kian kompleks. Ia justru menempatkan para senior sebagai mitra strategis yang memiliki rekam jejak pengabdian panjang.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, untuk itu perlu sinergi dari kita semua. Kami juga menerima dan berharap tunjuk ajar serta kritikan dari senior-senior kami yang sifatnya membangun untuk Kabupaten Kampar yang kita cintai," ujarnya di hadapan para undangan.
Bagi Ahmad Yuzar, pengalaman para mantan pejabat dan veteran adalah aset yang tidak ternilai. Mereka pernah memegang kendali pemerintahan dan memahami akar persoalan yang mungkin tidak terlihat oleh generasi saat ini.
Silaturahmi Bukan Sekadar Acara Tahunan
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Kampar itu menegaskan pertemuan semacam ini akan dijadwalkan secara rutin, bukan hanya muncul saat momen hari besar nasional. Ia ingin forum ini menjadi kanal aspirasi yang produktif, tempat para senior menyampaikan solusi atas persoalan pembangunan dan kemasyarakatan.
"Kami berharap silaturahmi ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk bertukar pikiran, memberikan masukan dan bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Kampar," tambahnya.
Saleh Djasit: Kami Punya Tanggung Jawab Moral
Mantan Gubernur Riau yang juga pernah memimpin Kabupaten Kampar, Saleh Djasit, menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai langkah Ahmad Yuzar membuka ruang komunikasi dengan tokoh senior adalah tradisi kepemimpinan yang patut dipertahankan.
"Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kampar yang telah mengundang kami untuk bersilaturahmi. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mempererat hubungan dan kebersamaan. Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk terus memberikan sumbangsih pemikiran bagi kemajuan Kabupaten Kampar," ungkap Saleh Djasit.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa para mantan pemimpin daerah tidak ingin melepas ikatan emosionalnya dengan perkembangan Kampar. Mereka masih merasa memiliki andil atas masa depan daerah yang pernah mereka bangun.
Refleksi Kemerdekaan: Menjaga Persatuan Lintas Generasi
Pemkab Kampar menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari refleksi kemerdekaan. Semangat 17 Agustus tidak hanya dirayakan dengan pawai dan lomba, tetapi juga dengan merawat kebersamaan antar generasi penggerak pembangunan.
Melalui forum ini, pengalaman panjang para senior diharapkan berpadu dengan energi generasi muda di pemerintahan saat ini. Perpaduan itu menjadi modal untuk mendorong Kabupaten Kampar tumbuh lebih maju dan sejahtera dalam lima tahun ke depan.