83 Desa di Halut Terjangkau Program PPM, NHM Catat Serapan Tenaga Kerja Lokal Capai 70%

Jumat, 04 September 2026 | 02:26:31 WIB
Desa di Halmahera Utara Terjangkau Program PPM, NHM Catat Serapan Tenaga Kerja Lokal Capai 70 Persen.

INVESTO.CO.ID — Angka tersebut menjadikan NHM salah satu kontributor utama penyerapan lapangan kerja di Kabupaten Halmahera Utara. Lima kecamatan yang menjadi wilayah operasional perseroan—Kao, Kao Teluk, Kao Barat, Kao Utara, dan Malifut—merasakan langsung efek bergulir dari kehadiran tambang emas Gosowong itu.

Atas konsistensi program tersebut, NHM baru saja menerima Anugerah Ekonomi Hijau untuk kategori Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Wilayah dari detikcom di Menara Bank Mega, Kamis (3/9/2026). Apresiasi ini menegaskan peran korporasi tambang dalam pembangunan berkelanjutan, bukan sekadar aktivitas eksploitasi sumber daya alam.

Prioritas Pendidikan: 1.527 Mahasiswa Terima Beasiswa

Porsi terbesar realisasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) NHM mengarah pada pendidikan. Perseroan memberi beasiswa kepada 1.527 mahasiswa program sarjana dan pascasarjana yang berasal dari wilayah lingkar tambang dan tengah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Selain itu, NHM menanggung dana operasional tenaga pengajar honorer dari jenjang TK hingga SMA. Fasilitas antar-jemput sekolah juga disediakan bagi pelajar di Kecamatan Malifut, Kao, dan Kao Utara, yang sebelumnya kerap terkendala jarak tempuh ke sekolah.

Rujukan Kesehatan hingga Jakarta untuk Warga Kurang Mampu

Di sektor kesehatan, NHM membiayai pengobatan warga kurang mampu. Jangkauannya luas: tidak hanya mencakup pasien lingkar tambang, tetapi juga masyarakat Halmahera Utara dan Maluku Utara lain yang memerlukan layanan rujukan ke rumah sakit di Tobelo, Ternate, Manado, hingga Jakarta.

Perseroan juga memperkuat layanan kesehatan tingkat desa. Lebih dari 700 kader kesehatan dari lima kecamatan telah mengikuti program peningkatan kapasitas melalui pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Para kader ini dilatih untuk mendukung pelayanan posyandu, membantu bidan desa, melakukan pendataan kasus, serta berkoordinasi dengan fasilitas tenaga kesehatan.

Ekonomi Produktif dan Pelatihan Vokasi Kaum Muda

Dari sisi ekonomi, NHM mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan hortikultura masyarakat sekitar tambang. Fokusnya pada perluasan luas tanam, produktivitas komoditas unggulan, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah desa agar hasilnya benar-benar dirasakan petani setempat.

Untuk menyiapkan tenaga kerja masa depan, perseroan menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Maluku Utara menghadirkan Vocational Training for Youth di Kecamatan Kao Teluk dan Malifut. Program ini membekali pemuda desa dengan kompetensi keterampilan untuk mengembangkan usaha mandiri dan berkelanjutan, diikuti komitmen pemerintah daerah menindaklanjuti peserta pasca-pelatihan.

Dukungan Adat dan Budaya Empat Suku

NHM juga menopang sosial budaya masyarakat setempat dengan menyediakan sarana prasarana ibadah dan mendukung kegiatan keagamaan. Sejak 2019, perseroan konsisten mendukung pelestarian adat dan budaya masyarakat Empat Suku—Towiliko, Boeng, Modole, dan Pagu—sebagai upaya menjaga kearifan lokal di sekitar wilayah kerja tambang.

Program PPM NHM beroperasi pada delapan pilar, mencakup pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan riil, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, dan kelembagaan masyarakat. Keseluruhan inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam pembangunan wilayah pascaoperasional tambang.

Tags

Terkini