Kemenko PM Hadirkan Pasar 1001 Malam di Banda Aceh, Dorong UMKM dan Ekonomi Pasca Bencana

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:55:42 WIB
Kemenko PM Hadirkan Pasar 1001 Malam di Banda Aceh, Dorong UMKM dan Ekonomi Pasca Bencana

JAKARTA - Pemulihan ekonomi masyarakat setelah bencana tidak hanya dilakukan melalui bantuan langsung, tetapi juga dengan menciptakan ruang yang dapat menggerakkan aktivitas ekonomi warga. 

Berbagai program pemberdayaan pun dirancang agar masyarakat memiliki kesempatan untuk kembali bangkit secara ekonomi sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah komunitas.

Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah menghadirkan kegiatan ekonomi berbasis komunitas yang melibatkan pelaku usaha kecil, pelaku ekonomi kreatif, hingga masyarakat umum. Kegiatan ini tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga ruang interaksi sosial yang dapat memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap masyarakat yang terdampak bencana dapat memperoleh dukungan yang lebih luas, baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Program ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai potensi lokal yang dimiliki daerah kepada masyarakat luas.

Pasar 1001 Malam Digelar untuk Dukung Ekonomi Masyarakat

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menggelar Pasar 1001 Malam di Banda Aceh guna mendukung penguatan ekonomi masyarakat pasca-bencana di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison di Banda Aceh, Rabu mengatakan, Pasar 1001 Malam digelar di lapangan eks Hotel Aceh, depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

"Pasar 1001 Malam bukan sekadar pusat transaksi ekonomi, melainkan wadah aksi kemanusiaan. Pasar 1001 Malam menghadirkan bazar dan ekspo kuliner serta kerajinan. Termasuk panggung dai cilik guna mengembangkan potensi anak-anak. Pasar 1001 Malam berlangsung sejak 11 hingga 13 Maret 2026," katanya.

Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai pasar malam biasa, tetapi juga sebagai ajang pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ekonomi yang melibatkan pelaku usaha lokal dan berbagai komunitas di Aceh.

Aceh Dipilih sebagai Lokasi Aksi Kemanusiaan

Menurut dia, Provinsi Aceh dipilih menjadi lokasi penyelenggaraan Pasar 1001 Malam guna mengedepankan aksi kemanusiaan dan solidaritas sosial. Aspek kemanusiaan merupakan bagian integral dari strategi pemberdayaan yang dijalankan Kemenko PM.

Bagi Kemenko PM, kata dia, penguatan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari kepedulian terhadap sesama, terutama bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit pasca-bencana.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga memperkuat nilai solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana kebersamaan sekaligus menjadi simbol dukungan bagi masyarakat yang sedang berupaya bangkit dari berbagai tantangan pascabencana.

Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif

"Selain dimensi sosial, Pasar 1001 Malam ini berfungsi sebagai katalis untuk memperkuat UMKM dan ekonomi kreatif dengan mengoptimalkan aset tidur milik pemerintah dan BUMN," katanya.

Leontinus Alpha Edison mengatakan, ruang atau lokasi strategis yang sebelumnya tidak produktif diubah menjadi senyawa kreatif berbiaya terjangkau, seperti lapangan di depan Masjid Raya Baiturrahman.

Pemanfaatan ruang yang sebelumnya tidak digunakan secara maksimal tersebut diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan produk mereka kepada masyarakat.

Dengan konsep pasar kreatif yang menghadirkan berbagai produk kuliner dan kerajinan, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi bagi potensi lokal Aceh.

Selain itu, kehadiran pelaku ekonomi kreatif dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah tersebut.

Kolaborasi Pemerintah dan Layanan Sosial untuk Masyarakat

Pelaksanaan Pasar 1001 malam tersebut berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kota Banda Acah. Dalam kegiatan tersebut ada klinik kesehatan gratis yang menyediakan pemeriksaan medis dasar.

Selain kegiatan ekonomi, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan sosial yang disediakan selama kegiatan berlangsung.

Serta Klinik UMKM Bangkit untuk pendampingan legalitas usaha sebagai bagian dari upaya menyeluruh meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara inklusif.

"Kami ingin menciptakan pengalaman yang tidak hanya memikat secara visual melalui konsep mobil atau truk kopi dan bincang interaktif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat," kata Leontinus Alpha Edison.

Dengan menghadirkan berbagai fasilitas tersebut, kegiatan Pasar 1001 Malam tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lebih luas.

Penyaluran Bantuan bagi Penyintas Bencana

Dalam rangkaian Pasar 1001 Malam, Kemenko PM juga menyerahkan pangan olahan siap saji bagi penyintas bencana banjir, serah terima 103 unit hunian sementara hasil kolaborasi dengan Rumah Zakat serta menyalurkan bantuan 1.000 kitab kuning untuk pesantren di Aceh Utara dan Aceh Tamiang.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.

Melalui berbagai program yang dilaksanakan secara terpadu, pemerintah berharap masyarakat Aceh dapat memperoleh dukungan yang lebih luas untuk memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi mereka.

Kegiatan Pasar 1001 Malam di Banda Aceh pun menjadi simbol bahwa upaya pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan yang kreatif, inklusif, dan berbasis solidaritas sosial.

Terkini