Update Rekomendasi Saham Hari Ini 20 Februari 2026, Pergerakan IHSG Hari Ini

Jumat, 20 Februari 2026 | 15:10:33 WIB
Update Rekomendasi Saham Hari Ini 20 Februari 2026, Pergerakan IHSG Hari Ini

JAKARTA - Pasar saham domestik mengawali perdagangan akhir pekan dengan sentimen kehati-hatian.

Setelah melemah pada sesi sebelumnya, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi perhatian utama investor yang tengah menimbang dampak kebijakan moneter Bank Indonesia serta rilis data ekonomi terbaru. Dinamika ini membuat pelaku pasar cenderung selektif dalam mengambil posisi, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Pelemahan IHSG pada Kamis, 19 Februari 2026 mencerminkan respons pasar terhadap keputusan Bank Indonesia yang kembali menahan suku bunga acuannya. Di sisi lain, ekspektasi terhadap pertumbuhan kredit dan indikator teknikal turut memengaruhi arah pergerakan indeks pada perdagangan hari ini, Jumat, 20 Februari 2026.

IHSG Ditutup Melemah Usai Keputusan BI Rate

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, bertepatan dengan keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate di level 4,75%. Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG melemah 0,44% atau turun 36,15 poin ke posisi 8.274.

Sepanjang hari perdagangan, pergerakan IHSG berada dalam rentang 8.251 hingga 8.376. Aktivitas transaksi tercatat cukup aktif dengan volume mencapai 49,25 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp25,99 triliun. Sementara itu, kapitalisasi pasar IHSG tercatat mencapai Rp14.969 triliun.

Dari sisi pergerakan saham, tercatat sebanyak 384 saham melemah, 341 saham menguat, dan 233 saham bergerak stagnan. Komposisi ini menunjukkan tekanan jual yang relatif lebih dominan dibandingkan minat beli di pasar reguler.

Saham Big Caps Jadi Pemberat Utama Indeks

Tekanan terhadap IHSG terutama berasal dari saham-saham berkapitalisasi pasar besar yang bergerak di zona merah. Saham PT Astra International Tbk. (ASII) tercatat turun 1,49% ke level Rp6.600. Selanjutnya, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 1,37% ke Rp7.175.

Saham sektor perbankan lainnya juga mengalami koreksi. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turun 0,89% ke Rp4.450, sementara saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 1,57% ke Rp3.770. Tekanan pada saham-saham perbankan besar ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pelemahan indeks secara keseluruhan.

Selain itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) tercatat turun cukup dalam sebesar 3,79% ke Rp5.075. Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) melemah 2,33% ke Rp2.100, diikuti saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang turun 2,23% ke Rp1.755.

Tekanan Berlanjut pada Saham Teknologi dan Infrastruktur

Tekanan jual juga terlihat pada saham-saham sektor teknologi dan infrastruktur. Saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) ditutup turun 5,68% ke level Rp212.000. Sementara itu, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) melemah 2,95% ke Rp88.800.

Di sektor telekomunikasi dan properti, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) turun 2,60% ke Rp7.500. Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) melemah 0,92% ke Rp10.800, sedangkan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turun tipis 0,29% ke Rp3.480.

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) juga turut melemah sebesar 1,81% ke level Rp6.775. Pelemahan yang cukup merata ini menunjukkan bahwa tekanan pasar tidak hanya terpusat pada satu sektor tertentu.

Sentimen Pasar: Fokus Kebijakan BI dan Data Kredit

Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa sentimen utama yang menyertai pasar saham berasal dari fokus investor terhadap keputusan moneter Bank Indonesia serta rilis data pertumbuhan kredit Januari 2026.

"Investor akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (19/2), yang diperkirakan masih akan mempertahankan BI Rate pada level 4,75%, Deposit Facility Rate tetap pada 3,75% dan Lending Facility Rate tetap di level 5,5%. Selain itu, juga akan dirilis data pertumbuhan kredit bulan Januari 2026 yang diperkirakan cenderung stabil di level 9,6% YoY," tulis riset tersebut, Kamis (19/2/2026).

Stabilnya kebijakan suku bunga dinilai memberikan kepastian, namun di sisi lain belum cukup kuat untuk mendorong penguatan indeks secara agresif dalam jangka pendek.

Analisis Teknikal dan Proyeksi Pergerakan IHSG

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat (20/2/2026), IHSG tercatat melemah 0,25% ke level 8.289. Secara teknikal, indikator menunjukkan sinyal kehati-hatian. Histogram MACD terlihat cenderung datar, yang mengindikasikan momentum penguatan mulai menurun.

Sementara itu, Stochastic RSI yang telah berada di area overbought mengisyaratkan bahwa ruang kenaikan indeks mulai terbatas. Dengan mempertimbangkan kombinasi indikator teknikal tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.275–8.325 pada sesi kedua perdagangan hari ini.

Kondisi ini membuat investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham, sembari mencermati peluang teknikal jangka pendek di tengah pergerakan IHSG yang masih cenderung fluktuatif.

Terkini